Sejarah dan Asal Usul Penemuan Gaya dan Masa Dalam Ilmu Fisik

Sejarah dan Asal Usul Penemuan Gaya dan Masa Dalam Ilmu Fisika – Pada pembelajaran kali ini, kita akan mempelajari tentang sejarah dan asal usul penemuan gaya dan masa dalam ilmu fisika. Tanpa perlu berlama-lama lagi, mari kita bahas satu per satu.

Sejarah Penemuan Gaya Berat

Memasuki akhir abad ke 17 atau tepatnya pada tahun 1642 – 1727, seorang ilmuwah asal Inggris yang bernama Sir Isaac Newton sukses memecahkan teka-teki alam yang menarik perhatiannya. Dalam penemuan yang ditemukannya, terdapat cerita lucu yang terselip dalam penemuannya tersebut. Karena jawaban yang didapatkannya diperoleh dari sebuah apel yang jatuh diatas kepala Sir Isaac Newton, ketika sedang memikirkan masalah tersebut dibawah pohon apel di pekarangan rumahnya. Saat itu, Sir Isaac Newton sedang memikirkan dan meragukan apakah buah apel yang ada diatas akan jatuh serta mengenai kepalanya.

Akan tetapi, keraguannya terjawab dengan jatuhnya buah apel tersebut dan mengenai kepalanya. Karena peristiwa tersebut, memberikan inspirasi kepadanya untuk menemukan hukum yang saat ini dikenal sebagai hukum gaya berat atau gravitasi newton tahun 1687. Hukum ini menjelaskan, dua benda yang terpisah oleh jarak tertentu, akan cenderung saling tarik-menarik dengan kekuatan atau gaya yang sebanding dengan masa atau berat atau ukuran kepadatan dari masing-masing benda tersebut dan juga saling berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduannya.

Sejarah Penemuan Masa

Masa merupakan sifat fisika dari suatu benda yang dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi atau volume didalam benda tersebut. Masa adalah konsep utama untuk mekanisme klasik dan subjek klasik yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Pada Standar Internasional atau disingkat dengan singkatan SI, masa diukur dalam satuan kilogram. Sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur masa salah satunya adalah timbangan. Berbeda dengan berat, masa di setiap tempat akan selalu sama. Contohnya adalah masa kita di bumi dan di bulan akan sama, namun berat kita di bumi dan di bulan akan berbeda.

Antara masa dan berat dihubungkan dengan masa kilogram atau kg dikalikan dengan percepatan gravitasi bumi maka akan menghasilkan gaya (N). jika dituliskan, maka rumus tersebut adalah

F = m.g

F merupakan singkatan dari force atau gaya atau berat, m merupakan singkatan dari masa, g merupakan singkatan dari percepatan grafitasi atau daya tarik bumi dalam satuan m per detik. Akan tetapi, ada juga beberapa orang yang menuliskan rumus tersebut dengan

W = m.g

W merupakan singkatan dari weight atau berat atau gaya.

Dari rumus tersebutlah, dapat disimpulkan jika benda yang ada diatas permukaan laut akan memiliki berat lebih besar dari pada beratnya jika berada di puncak gunung tertinggi. Peristiwa ini dikarenakan percepatan gravitasi dikutub lebih besar dari pada di wilayah khatulistiwa dan percepatan gravitasi di atas permukaan laut dari pada tempat yang memiliki ketinggian yang sangat tinggi karena jaraknya dari pusat bumi semakin jauh.

Baca Juga : Panduan Copy Paste Pada Jendela Cmd Windows

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *